
Pasar finansial Indonesia sepanjang tahun 2009 telah menunjukan kinerja yang cukup baik. IHSG menunjukan kenaikan kinerja sebesar 86,98% yang berakhir pada level 2.534,36 dan menjadikan IHSG sebagai indek berkinerja terbaik kedua di kawasan Asia Pasifik setelah Cina . Nilai emisi obligasi negara dan korporasi masing-masing mencapai 144.54 Trilyun dan 28.09 Trilyun, atau naik sebesar 22% untuk obligasi negara dan 99.22% untuk obligasi korporasi.
Tren harga obligasi menunjukan kenaikan seiring dengan rendahnya data inflasi 2009 (2.78%) serta turunnya tingkat suku bunga acuan BI rate yang turun sebesar 18.8% sejak awal tahun menjadi 6.5% di akhir tahun 2009. Naiknya nilai emisi juga diikuti oleh meningkatnya porsi kepemilikan asing 18.63% atau naik 11.83% dibandingkan tahun lalu, ini menunjukan meningkatnya kepercayaan asing terhadap perekonomian Indonesia.
Takafulink Alia, Mizan dan Istiqomah telah menunjukan kinerja positif sepanjang tahun 2009. Pada pertengahan tahun 2009 Takafulink Alia telah melakukan kerjasama dengan pihak external Fund Manager yaitu PT Shroders Investment Management Indonesia (PT SIMI). PT SIMI saat ini merupakan perusahaan management asset dengan dana kelolaan terbesar di Indonesia dan berbagai prestasi yang diperolehnya.
Pemulihan ekonomi dunia diproyeksi masih berlanjut di tahun 2010 yang diikuti oleh meningkatnya permintaan terhadap berbagai komoditas. Para analis memprediksi IHSG masih akan melanjutkan pengutannya serta tren yield obligasi akan cendrung meningkat seiring mulai naiknya tingkat inflasi serta suku bunga acuan BI rate. Stabilitas politik dalam negeri juga akan menentukan arah pergerakan pasar ke depan. Dengan asumsi pasar yang relatif positif tentunya akan berdampak terhadap proyeksi kinerja Takafulink yang lebih optimal di tahun 2010.